Showing posts with label asi. Show all posts
Showing posts with label asi. Show all posts

Friday, 3 May 2013

It's Dave 2nd Birthday

Hari yang menyenangkan dan membanggakan, karena hari ini Dave ulang tahun yang kedua. Yang menyenangkan adalah bisa mengasuh Dave sendiri, melihatnya hari demi hari belajar dalam hidupnya, menangis, merengek (hal ini nyebelin banget), tertawa, jatuh, bangun, sakit, sehat....aku bersyukur sekali punya kesempatan melihat semua proses dalam hidupnya. 


Ulang tahunnya dirayakan dengan sederhana, hanya makan mie panjang umur, yang paling lucu adalah setelah kita bernyanyi selamat ulang tahun untuk Dave, refleks dia meniup mie panjang umurnya...hihihi padahal tidak ada lilin sama sekali... sabar ya nak... tiup lilinnya tunggu daddy pulang saja ya... :) Oh ya mie nya akhirnya di share ke temen-temen ibunya...ibu-ibu di sekolah Montessori Bandung, Dave seneng sekaligus bete karena dicium bergantian sama ibu-ibu cantik... btw thanks ya ibu-ibu... jadinya ultah dave ngga sepi deh....

Berat Dave sekarang 15kg, tinggi 92cm, sukanya makan buah dan minum jus, makan nasi harus pake   tahu/tempe/bala-bala digoreng,  sudah bisa manggil daddy, mommy, cici tata (xaxa), bou, ciu-ciu, pupung (opung), sering teriak2 di sekolah cicinya, strong will like her sister, belum pinter berteman (dikit-dikit mau mukul), dan terakhir....senyumnya menggemaskan!

Yang membanggakan adalah, hari ini juga dia lulus S3 ASI, artinya dari dia lahir 2 Mei 2011 sampai hari ini 2 Mei 2013 Dave masih minum ASI. Terharu sekali bisa memberinya ASI sampai 2 tahun, dan aku harus jujur sebenarnya aku yang agak "khawatir", karena setelah Dave 2 tahun mommynya ngga punya alasan lagi untuk tidak menyapihnya...hihihi sebenar-benarnya lagi mommynya nih yang ngga siap! Gimana ya menjelaskan pada orang lain betapa menyenangkannya memberi ASI pada batita? Saat suaranya yang dengan manis memohon meminta nenen... matanya yang menatap ibunya sambil tersenyum... betapa menolongnya nenen saat ibu tidak tahu apa yang harus dilakukan saat anak sakit... menangis...dan masih merupakan cara tercepat untuk menidurkannya...terkadang juga nenen menjadi senjata ibu untuk membujuk anaknya agar diam sebentar (hahahaha yang ini nih yang paling sering aku lakukan). Oh Tuhan... aku bersyukur sekali bisa menyusui anak laki-laki ku ini...meskipun sampai saat ini aku masih harus bangun tengah malam, menyusuinya ditempat umum, aku bersyukur Tuhan, aku mampu karena Engkau yang memberi kekuatan bagiku.


Kalau ditanya sekarang, kapan sih siap untuk menyapihnya? Terus terang aku tidak tahu...tapi aku percaya  ngga mungkin dong dia nenen sampe SD...wakakaka dan yang pasti bila saatnya tiba, aku ingin itu karena aku sudah siap dan Dave juga siap... :)



Anyway sebelum aku bertambah lebay soal ASI, mau nulis doa untuk Dave dulu...

Dave, selamat ulang tahun ya nak.... 
kiranya Tuhan memberikan mu kesehatan, kepintaran, kerendahan hati, & kasih...
kiranya Tuhan memampukan mommy & daddy mendidikmu menjadi sesuai dengan rencana Tuhan dalam hidup mu.
we love u Dave
mommy, daddy, cici xaxa

Sunday, 15 May 2011

anak laki-laki kami

Namanya David Raphael Sitorus, kami sepakat memanggilnya Dave.  David adalah nama perjanjian, karena sebelum opung doli nya meninggal, nama ini sudah dititipkan. Pesan almarhum Amang dulu, kalau nanti adik Xaxa cowo, beri dia nama David. Waktu dia masih dalam rahim saya, daddy- nya selalu berdoa seolah-olah calon bayi kami pasti laki-laki, saya awalnya kurang setuju, takut salah, nanti kasian anaknya, merasakan penolakan. Ternyata doa daddynya yang penuh iman itu dijawab Tuhan, it's a boy...lahir tanggal 2 Mei 2011 dengan berat 3,76 kg, panjang 52cm, dokter yang menangani kelahirannya adalah dr. San San Barki, dokter tersabar dan teramah yang pernah kami temui.

David lahir dengan berat badan yang lumayan, dokter kuatir dia bisa kejang kalau kekurangan susu. Tapi sejak dia lahir, saya begitu yakin saya pasti dapat menyusuinya secepat mungkin, walaupun kondisi saya lemah selesai dioperasi. Saya menentang semua perawat, saya ngotot Dave harus dirawat gabung dengan saya, saya ingin belajar menyusuinya secepat mungkin, alih-alih mendapatkan dukungan dari perawat, saya malah di-under estimate perawat ruang bayi, dengan tidak sopannya dia mengatakan wah ini yang ada paling cuma kolostrum *sambil menekan payudara saya* . Saat sang perawat mengakatan "hanya kolostrum", saya tahu dia tidak berada pada level saya jika berbicara tentang Air Susu Ibu, jadi tidak ada untungnya saya berdebat atau mengedukasi sang perawat, saya hanya diam dan tetap meminta anak saya tidur di samping saya.

Dokter akhirnya mengijikan rawat gabung, setelah Robert Arnold Sitorus, suami saya tercinta ngotot mendukung istrinya, dengan catatan gula darah Dave harus menunjukkan kecenderungan normal 4 jam setelah dia dilahirkan, atau Dave harus di berikan susu formula, atau diinfus. Rasanya tidak rela kalau anak saya harus minum susu formula atau bahkan diinfus, saat itu saya cuma bisa berdoa, berusaha memberinya ASI walaupun hanya beberapa tetes. 

Akhirnya fase itu kami lewati dengan sukses, itu semua karena anugerah Tuhan dan dukungan keluarga, bangga sekali dapat menyusui putra saya, menatap matanya, memegang tangan yang kecil mungil, bahagia sekali dapat mempersembahkan yang terbaik dari diri saya untuk nya, air susu saya.

Raphael artinya kesembuhan yang dari Tuhan, saya ingin dave tumbuh jadi anak yang sehat dan kuat. Dan benar saja Tuhan jawab doa kami, Dave anak yang sehat, belum pernah sekalipun dia ke dokter anak karena sakit, dave hanya berkunjung ke DSA kalau nemenin cici nya atau dia harus di vaksin.hahaha... Puji Tuhan.

ps. Dave, suatu hari nanti jika kamu membaca tulisan ini, mommy cuma mau bilang, Tuhan mengasihi mu nak...kamu milik Allah... dan kami (mommy dan daddy) adalah orang tua yang paling beruntung memiiki anak yang bernama David Raphael Sitorus. We love you son....