Showing posts with label ibu rumah tangga. Show all posts
Showing posts with label ibu rumah tangga. Show all posts

Friday, 23 November 2012

we make time

Pasti pernah punya rutinitas yang begitu padatnya sampai-sampai membuat kita tidak sempat berhenti dan berfikir? Sekedar istirahat sejenak untuk review, mencari variabel-variabel yang akhirnya menghasilkan hipotesa...? oo la la la... emangnya skripsi...wakakaka... 

Rutinitas jadi ibu sudah membuat ku program di otak ku hampir crash, hardware-hardware nya panas karena jarang di restart (badan pegel linu), dan aku bergerak sambil merencanakan semuanya bisa berjalan lancar dengan tenaga seefisien mungkin dan hasil seefektif mungkin. :) 

Misalnya nih ya sambil nganterin xaxa 3yo ke sekolah, di "temani" dave 1,5 yo mikirin menu makan mereka buat seminggu dan menu artinya serat, protein, karbohidrat, cemilan, itu belum termasuk memilah2 agar protein jangan terlalu monoton ayam....terus...gimana dengan ikan, daging merah, keju, telur... belum termasuk serat-serat nya nih.....
setelah heboh berbelanja berdua dengan dave, mikirin gordyn dirumah yang mau di laundry, tugas prakarya di sekolah xaxa, acara tukar kado siswa dan ortu dalam rangka natal, menjemput xaxa pulang sekolah, membawakan makan siangnya...seabreg-abreg urusan domestik... 

Hari ini aku tidak bermaksud mengeluh tentang tanggung jawab, hanya sekedar mengingatkan diriku kembali, dahulu ada seorang wanita karir yang bergitu berharap suatu hari nanti bisa jadi full time mom yang tetap bahkan lebih aktif menulis di blog nya. Yang saat itu berfikir, seandainya aku dirumah aku pasti punya banyakkkkkkkk sekali waktu. Tapi ternyata....hehehe aku menulis jauh lebih sedikit daripada dulu saat masih bekerja diluar rumah. 

Hmmm hari ini media card di blackberry ku rusak...padahal didalamnya ada 1000 lebih foto moment yang ingin aku ingat, puluhan video yang belum sempat ku upload ke youtube, marah sekali pada diri sendiri yang menunda meng-synchronize blackberry dan laptop ku hanya karena merasa menjadi orang paling sibuk yang harus dimengerti sejagad raya. 

Tetapi selalu ada hal baik dari setiap bencana kan? hal baiknya adalah aku ingat kembali blog ku yang sudah terlantar ini.... kita kok yang membuat kita punya atau tidak punya waktu, dan kalau aku masih punya waktu nonton desperate house wife saat bos-bos kecil tidur sore, harusnya aku punya waktu menulis di blog ku ini. no excuse !

we'll see... 
we'r what we do, not just plan and think...

Thursday, 24 November 2011

Full Time Mom dan Sahabatnya

Setelah membaca blog sahabat saya widi disini, tentang perempuan, cinta dan hidup saya jadi kangen setengah mati pada sahabat saya yang satu ini, saat kami masih single dan selalu available hahahaha. Bukannya saya mengharapkan hari-hari bebas itu terulang lagi dan saya tidak punya tanggung jawab sebanyak sekarang, bukan itu, tetapi kangen kami bisa bicara apa saja, dari hati ke hati, menertawakan kebodohan kami, merayakan kemenangan kami, mendapatkan kelegaan dari kata-kata 'jahat' membela yang tidak pernah berani kami lakukan, pernah satu kali saya curhat tentang teman kantor saya padanya, dan dengan jahatnya dia mengusulkan agar saya meludahi keyboard orang tersebut...wakakaka...jijai banget...! Tentu saja tidak pernah saya lakukan tapi it makes me feel much better. Widi sudah dua kali berkunjung ke rumah kami di bandung, tetapi kebebasan itu tidak kami dapatkan lagi, terlalu banyak interupsi, bersyukur pernah 'kencan' dengannya di warung laos. Saat ini widi sudah menikah, tinggal di medan, sedang merintis kantor barunya dari rumah.

Saya juga membaca comment sahabat saya yang satu lagi diblognya widi, kak sisi yang juga punya blog disini, wanita paling tangguh sekaligus lembut yang pernah saya kenal, saya dan widi selalu terkagum-kagum dengan betapa mandirinya dia, betapa low profile dan tidak sok patennya dia. Dulu dia sering sekali mencubit pipi saya, saya sih selalu membuat wajah kesal, secara sudah tua..wakakaka..tapi jujur harus saya akui cubitan itu membuat saya merasa seperti saya punya seorang kakak.  Kakak yang bisa diandalkan kalau sedang mabuk, yang tidak pernah menghakimi, yang suaranya bisa kencang kalau ada yang cari gara-gara, sekaligus lembut kalau mau curi start waktu istirahat. Saya pun dapat merasakan apa yang tidak pernah diucapkannya, saya tahu dia juga wanita normal, seorang istri dan ibu yang berjuang sambil meneteskan air mata, tapi memang dia terlalu tangguh untuk membebani kami oh tepatnya saya.

foto tahun 2005 saat kami hang out bareng :)
Apa artinya sahabat? saya dan widi sepakat dengan paulo coelho sahabat adalah saudara yang bisa kita pilih. Terkadang kita begitu terjebak dengan rutinitas, sampai sulit membedakan mana yang prioritas, dulu saat masih bekerja, rasanya saya punya banyak sekali teman, selalu ada yang menemani, tapi teman kantor adalah teman profesi, bukan sahabat, relasi dengan mereka hanya ada jika kita masih se profesi, setelah itu bye-bye...hehehe Entah kenapa saya sulit sekali menemukan bukannya pengganti, tetapi tambahan sahabat lagi, apakah karena saya terlalu sensitif sehingga radar saya begitu peka pada ketidaktulusan? atau memang saya yang menutup diri?
Persahabatan seperti apa yang bisa diharapakan seorang ibu yang berprofesi full time mom? Bersahabat dengan temannya anak-anak kita kah? hahaha terlalu dipaksakan ya? atau memang belum menemukan ya? Terkadang rasanya profesi ini membuat saya begitu kelelahan sampai-sampai berkomunikasi dengan suami pun tidak sempat. Tetapi semua kenangan bersama sahabat saya, tersimpan rapi dalam ingatan saya, dan hari ini saya tuliskan supaya jika suatu hari saya sudah pikun sampai-sampai tidak dapat menceritakan kembali pada anak-anak saya, mereka dapat membaca tulisan ini, bahwa ibunya punya sahabat yang bergitu berarti dalam hidupnya. 

ps. buat kak sisi dan widi, semoga kita bisa bertemu lagi ya..meskipun tidak satu kota dan tidak sekantor lagi...dan jika pertemuan itu tidak berjalan seperti yang kita harapkan (menyebalkan) kita tetap sahabat...setidaknya tidak terpisahkan di blog.. wakakaka

 

Monday, 18 July 2011

Full Time Mom

Full Time Mom Adventure Begun
Officially on 1st July 2011 aku resmi jadi Full Time Mom, sebuah profesi yang sudah lama diam-diam diidam-idamkan, direnungkan, dipikirkan, didoakan. Awalnya tidak cukup berani untuk mengambil keputusan ini, secara saya sudah bekerja pada perusahaan itu hampir 10 tahun, sudah terbiasa berada di comfort zone, bahkan perusahaan itu seperti rumah ke dua nya saya.

Kalau ditanya 10 tahun yang lalu, tentu saja saya akan mengatakan keputusan saya hari ini adalah keputusan yang bodoh, tidak secure sama sekali, dan terlalu beresiko. Tetapi hari ini dengan berat hati harus saya katakan profesi baru ini cukup menantang dengan tidak adanya manual book, job desc yang ngga jelas, working hours nya 24 jam, lantas kenapa saya memilih profesi baru ini?hihihihi

Alasannya sederhana, saya jatuh cinta pada anak-anak saya.
sebenarnya dibalik alasan sederhana itu banyak alasan-alasan lain yang mendukung, entah itu karna latar belakang saya, kesempatan dari perusahaan, tapi saya harus jujur, yang membuat saya berani ambil keputusan ini adalah karna saya mau belajar jadi istri dan ibu yang sepenuhnya. Bukan berarti wanita pekerja yang berumah tangga bukan istri dan ibu sepenuhnya, saya tahu setiap keluarga punya struggle nya sendiri-sendiri, tidak bisa disamakan kondisinya. Dan puji Tuhan saya diperhadapkan dengan moment dimana saya mampu memanfaatkan kesempatan yang berharga dari kantor untuk mewujudkan cita-cita saya.

Jadi ingat dilema waktu masih jadi karyawati, saya ada pada kondisi yang merasa bersalah karena meninggalkan anak 9-10 jam sehari, rasa bersalah itu saya tebus dengan membuatnya bahagia yaitu membelikan mainan! Saya tahu itu salah, tetapi saya rindu sekali disambut antusias oleh xaxa, saya rindu melihat senyumnya, ketawanya, pelukannya. Jadi saya menghalalkan segala cara untuk mendapatkan itu.. saya sudah jadi ibu yang mengajarkannya menyogok sejak dia kecil...hahahaha...sorry dear...

Xaxa sekarang 23 bulan, sebentar lagi ada di masa-masa terrible two, saya sadar sepenuhnya dia harus mulai belajar disiplin, kebayang ngga anak umur 20 bulan sudah sangat tricky...saat saya minta ciuman pagi hari, dia malah cium bantal, saat saya tegas, malah tidak di gubris sama sekali.. I'm her mommy, but I can't control her at all... Bagaimana mungkin saya bisa mendidik anak dengan sisa waktu 1 - 2 jam sebelum mereka tidur, pagi-pagi sudah saya tinggalkan karena buru-buru harus ke kantor. Dimana saya saat xaxa merangkak pertama kali, melangkah pertama kali, menangis waktu dia sakit, saya di kantor.

Dave sekarang berumur 11 minggu, dan saya tidak mau kehilangan moment-moment berharga anak saya lagi. Saya tahu mungkin setelah mereka besar, mereka juga akan pergi meninggalkan rumah, dulu anak-anak meningalkan rumah saat mereka berumah tangga, sekarang anak-anak meninggalkan rumah saat mereka kuliah, bahkan ada yang SMP atau SMU sudah sekolah di kota atau negara lain. Saya tidak tahu trend masa depan akan seperti apa, dari beberapa orang tua yang punya anak remaja sharing bahwa anak remaja mereka sudah menolak untuk pergi bersama orang tua mereka, jadi kalau dihitung-hitung saat xaxa berumur 12 tahun yaitu tahun 2021, kalaupun dia mulai menolak beraktivitas bersama mommynya...setidaknya aku sudah menikmati 10 tahun masa-masa paling indah dalam hidupnya. menikmati 12 tahun masa-masa paing indah dalam hidup dave putra kami.


ps.
  • for my hubby, thanks for support me being your "truly lost bone" 
  • for xaxa and dave, maybe I'm not the perfect mommy, but I'll be there in every single step in your life journey... may God give me His patience and strength to raise both of you.